Penjualan LCGC Oktober 2025 Kembali Naik

Penjualan LCGC Oktober 2025 Kembali Naik

Penjualan LCGC Oktober 2025 menunjukkan tren pemulihan setelah beberapa bulan mengalami tekanan. Meski secara tahunan masih mencatatkan penurunan cukup dalam, performa LCGC pada Oktober akhirnya kembali bergerak naik secara bulanan. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi pasar mobil hemat energi yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat di segmen entry-level.

Sebagai salah satu segmen paling kompetitif, LCGC terus menjadi sorotan karena menawarkan efisiensi bahan bakar tinggi, harga terjangkau, dan biaya perawatan murah. Namun tren penurunan daya beli dalam dua tahun terakhir menyebabkan penjualan LCGC mengalami koreksi signifikan. Meski demikian, data terbaru memberi sedikit angin segar bagi produsen, khususnya Toyota.


Baca Juga : Konsumsi BBM Toyota Agya Iritnya Bikin Geleng-geleng

Penjualan LCGC Oktober 2025 Meningkat Secara Bulanan

Berdasarkan laporan resmi Gaikindo, total penjualan LCGC Oktober 2025 mencapai 8.505 unit. Angka ini naik sekitar 9% (month-to-month) dibandingkan September 2025 yang mencatatkan 7.795 unit. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa permintaan mulai bergerak naik meski kondisi pasar otomotif masih lesu.

Namun bila dilihat dari perbandingan tahunan, pasar LCGC masih dalam tekanan berat. Penjualan Oktober 2025 tercatat turun 42% secara YoY dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 14.765 unit.


Dominasi Toyota Calya Masih Berlanjut

Di tengah penurunan pasar, Toyota Calya kembali menunjukkan performa luar biasa. Bahkan, Calya kembali menempati posisi mobil LCGC terlaris di bulan Oktober 2025.

Berikut daftar lengkap model terlaris:

PeringkatModelPenjualan Oktober 2025
1Toyota Calya3.057 unit
2Honda Brio Satya2.021 unit
3Daihatsu Sigra1.689 unit
4Toyota Agya887 unit
5Daihatsu Ayla851 unit
Total8.505 unit

Kenaikan Toyota Calya mencapai 21,16% dari bulan sebelumnya, membuktikan bahwa model ini tetap menjadi primadona di kelas LCGC. Honda Brio Satya menyusul di posisi kedua dengan kenaikan moderat 5,42%, sementara Sigra mempertahankan posisinya sebagai salah satu mobil keluarga paling terjangkau.


Tren Penjualan LCGC Sepanjang Tahun Masih Tertekan

Jika dilihat secara keseluruhan, performa LCGC sepanjang 10 bulan pertama tahun 2025 memang belum sepenuhnya pulih. Total penjualan Januari–Oktober 2025 mencapai 97.556 unit, atau turun 34,8% dibandingkan periode yang sama di 2024 yang mencapai 149.583 unit.

Beberapa penyebab melemahnya pasar LCGC:

  • Daya beli masyarakat menurun, terutama pada kelas menengah bawah
  • Akses kredit lebih ketat, menyebabkan pengajuan KKB sulit disetujui
  • Kenaikan harga OTR, yang membuat LCGC tidak semurah beberapa tahun lalu
  • Persaingan dengan mobil bekas, yang semakin diminati karena harga jauh lebih terjangkau

Kondisi Pasar Otomotif Nasional Masih Lesu

Tekanan pasar tidak hanya dialami oleh LCGC, tetapi juga pasar otomotif secara keseluruhan. Hingga Oktober 2025, total penjualan wholesales nasional tercatat 635.844 unit, turun 10,6% dibandingkan periode Januari–Oktober 2024. Penjualan retail pun ikut merosot hingga 9,6% YoY.

Dengan kondisi pasar yang masih melemah, performa LCGC yang kembali naik secara bulanan pada Oktober setidaknya memberi sinyal positif bahwa pasar perlahan kembali bergerak.


Mengapa LCGC Tetap Menarik Bagi Konsumen?

Di tengah isu turunnya daya beli, mobil LCGC sebenarnya masih menawarkan berbagai keunggulan yang membuatnya tetap relevan di pasar:

Efisiensi Bahan Bakar Tinggi

LCGC dikembangkan untuk menempuh jarak minimal 20 km/l, menjadikannya salah satu pilihan paling ekonomis di Indonesia.

Kapasitas Mesin Ideal

Ditenagai mesin 1.000–1.200 cc, model-model LCGC tetap irit namun cukup bertenaga untuk penggunaan harian di perkotaan.

Harga Aksesibel

Dengan rentang harga Rp150 juta–Rp180 juta, LCGC menjadi pilihan utama bagi:

  • keluarga muda
  • pekerja urban
  • pelajar yang butuh kendaraan pribadi
  • konsumen yang ingin mobil baru dengan biaya operasional rendah

Perawatan Murah

Sparepart yang mudah ditemukan, jaringan bengkel luas, dan biaya perawatan rendah membuat LCGC tetap menjadi pilihan rasional.


Toyota Calya: Bintang LCGC di Oktober 2025

Toyota Calya menjadi model paling menonjol berkat kombinasi value, kapasitas kabin lega, dan efisiensi bahan bakar yang baik. Tak heran mobil ini berhasil menyalip rival-rivalnya dan menjadi penguasa pasar LCGC di 2025.

Beberapa alasan Calya tetap laris:

  • Desain modern dan fungsional
  • Kabin lega untuk 7 penumpang
  • Mesin efisien dan bertenaga
  • Harga kompetitif
  • Reputasi Toyota yang kuat

Kenaikan penjualan Calya pada Oktober 2025 juga menunjukkan bahwa konsumen masih memprioritaskan mobil berkapasitas besar namun tetap ekonomis.


Prospek Penjualan LCGC Menjelang Akhir 2025

Meski tahun ini cukup berat bagi industri otomotif, peningkatan kecil pada Oktober bisa menjadi indikator bahwa permintaan mulai pulih. Faktor lain yang berpotensi mendongkrak pasar menjelang akhir tahun:

  • Promo akhir tahun dari dealer
  • Program diskon DP atau cicilan ringan
  • Kenaikan mobilitas masyarakat menjelang liburan
  • Stabilnya harga BBM beberapa bulan terakhir

Jika momentum ini berlanjut, tidak menutup kemungkinan penjualan LCGC akan meningkat lagi di November–Desember 2025.


Bac Juga : Toyota Calya Mobil LCGC Terlaris Oktober 2025

Penutup

Penjualan LCGC Oktober 2025 kembali naik setelah sempat tertekan beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini dipimpin oleh Toyota Calya yang berhasil menjadi model terlaris, diikuti Brio Satya dan Sigra. Meski secara tahunan masih mencatatkan penurunan, performa Oktober memberikan harapan baru bagi pasar LCGC yang selama ini menjadi tulang punggung segmen mobil murah di Indonesia.


Tertarik Memilih LCGC Terbaik?

Untuk informasi harga, promo, dan simulasi kredit terbaru, hubungi sales Toyota Depok sekarang dan dapatkan penawaran terbaik hari ini!

Similar Posts